WARISAN BERHARGA INDONESIA

Jika anda mengaku cinta Batik, apakah sudah mengenal batik dengan baik?

20180517_145941

Terkadang, banyak dari kita menyukai Batik tapi tidak mengenal Batik dengan baik. Kalian yang mengaku mencintai Batik, harus tau apa itu Batik. Penarasan? Berikut penjelasannya, yuk disimak …

Apa itu Batik … ?

Batik diambil dari kata “ambatik” dalam bahasa Jawa “amba” berarti menulis, sedangkan “tik” yang berarti titik kecil, tetesan atau membuat titik. Jadi Batik adalah menulis atau melukis

Membatik  adalah sebuah teknik menahan warna dengan lilin malam secara berulang ulang diatas kain.

Batik merupakan lukisan dari atas kain yang digunakan sebagai bahan dasar pembuatan pakaian. Jika berdasarkan KBBI, Batik merujuk kepada sebuah kata benda, yang dimaksud disini adalah kain Batik atau baju Batik yang sudah selesai di lukis. 

Pada awalnya, batik hanya dikenal oleh kalangan keraton. Batik terdiri dari berbagai motif dan setiap motif merupakan simbol bagi pemakainya, seperti motif – motif parang dan kawung yang hanya boleh dikenakan oleh keluarga kerajaan. Pada masa itu Batik hanya digunakan oleh keluarga kerjaan dan para prajuritnya.

Pada perkembangannya, batik menyebar ke masyarakat umum.

Walaupun yang dimaksud secara definisi adalah Batik tulis yang menggunakan canting, namun metode pembuatan Batik sendiri ada beberapa cara lainnya, seperti cap, cetak, atau printing. Ada juga Batik yang dibuatnya menggunakan kuas Bung, namanya Batik lukis, tapi cukup jarang ditemukan. 

Seperti yang kita semua tahu, bahwa batik adalah kain yang dilukis menggunakan canting yang didalamnya berisi lilin panas sehingga membentuk lukisan-lukisan bernilai seni tinggi diatas kain mori. Lilin ini berfungsi sebagai penahan untuk mencegah agar warna tidak ‘bergabung’ ke dalam serat dibagian bagian yang di tentukan.

Ambatik mengacu kepada teknik melukis titik-titik yang serba rumit, jadi enggak heran kan, jika anda sering melihat motif Batik dengan motif-motif rumit? Namun banyak juga Batik dengan motif-motif simple, bahkan modern.

Sebelum membahas Batik lebih jauh lagi, saya ingin bertanya apakah ada yang berminat untuk coba membatik sendiri? Jika anda berminat, akan saya beritahukan apa saja yang harus dipersiapkan ketika akan membatik, cek dibawah ini ya…

Sehelai Kain Putih

Canting

Lilin Malam dan Pemanas

Pewarna Batik

Oke, kalau begitu kita masuk ke pembahasan ya. Jika anda mengaku mencintai Batik anda harus tahu akan sejarahnya! Begini sejarahnya…

Sejarah Batik

Ditinjau dari perkembangan dan sejarah, Batik sudah dikenal sejak zaman Kerajaan Majapahit bersamaan dengan masa penyebaran Islam, pada saat itu. Pada mulanya Batik dibuat begitu terbatas oleh kerjaan keraton, pada awalnya Batik hanya dikenakan oleh keluarga keraton dan para prajuritnya.

Oleh para prajuritnya inilah kemudian Batik dibawa keluar keraton dan berkembang di masyarakat.

Berdasarkan sejarah, periode berkembangan batik ada beberapa tahap dan waktu, ayo kita simak yang satu ini:

1. Zaman Kerajaan Majapahit

Batik telah berkembang sejak zaman majapahit. Mojokerto merupakan pusat Kerjaan Majapahit, dimana Batik telah dikenal pada masa itu. Tulung Agung merupakan kota di Jawa Timur yang juga tercatat dalam sejarah pembatikan.

Pada saat itu, Tulung Agung masih berupa rawa-rawa yang dikenal dengan nama Bonorowo, yang dikuasi oleh Adipati Kalang yang tidak mau tunduk terhadap Kerajaan Majapahit hingga terjadilah aksi polisionil yang dilancarkan oleh Majapahit.

Adipati Kalang tewas dalam pertempuran disekitar desa Kalangbret dan Tulung Agung, berhasil dikuasai oleh Majapahit. Kemudian banyak tentara yang tinggal didaerah Bonoworo, Tulung Agung dengan membawa budaya Batik masuk kedalamnya. Merekalah yang mengembangkan Batik.

2. Jaman Penyebaran Islam

Batoro Katong adalah seorang Raden keturunan kerajaan Majapahit membawa ajaran Islam ke Ponorogo, Jawa Timur. Dalam perkembangan Islam di Ponorogo terdapat sebuah pesantren yang berada di daerah Tegalsari yang siasuh Kyai Hasan Bashri.

Kyai Hasan Bashri, beliau adalah seorang menantu Keraton Solo. Batik yang kala itu masih terbatas dalam lingkungan kraton akhirnya membawa Batik keluar dari Keraton dan berkembang di Ponorogo.

Pesantren Tegalsari mendidik anak didiknya untuk menguasai bidang-bidang Kependidikan dan Agama.

Daerah perbatikan lama yang sekarang dapat dilihat sekarang adalah daerah Kauman yaitu Kepatihan Wetan meluas ke desa Ronowijoyo, Mangunsuman, Kertosari, Setono, Cokromenggalan, Kadipaten, Nologaten, Bangunsari, Cekok, Banyudono, dan Ngenut.

3. Batik Yogyakarta dan Solo

Batik di daerah Yogyakarta dikenal sejak jaman Kerajaan Mataram ke-I pada masa raja Panembahan Senopati. Plered merupakan desa pembatikan pertama. Proses pembuatan batik pada masa itu masih terbatas dalam lingkungan keluarga kraton dan dikerjakan oleh wanita-wanita pengiring ratu. Pada saat upacara resmi kerajaan, keluarga kraton memakai pakaian kombinasi batik dan lurik. Melihat pakaian yang dikenakan keluarga kraton, rakyat tertarik dan meniru sehingga akhirnya batikan keluar dari tembok kraton dan meluas di kalangan rakyat biasa.

Ketika masa penjajahan Belanda, dimana sering terjadi peperangan yang menyebabkan keluarga kerajaan yang mengungsi dan menetap di daerah – daerah lain seperti Banyumas, Pekalongan, dan ke daerah timur Ponorogo, Tulung Agung dan sebagainta maka membuat batik semakin dikenal di kalangan luas.

Batik di Wilayah Lain

Perkembangan batik di Banyumas berpusat di daerah Sokaraja. Pada tahun 1830 setelah perang Diponegoro, batik dibawa oleh pengikut-pengikut Pangeran Diponegoro yang sebagian besar menetap di daerah Banyumas. Batik Banyumas dikenal dengan motif dan warna khusus dan dikenal dengan batik Banyumas. Selain ke Banyumas, pengikut Pangeran Diponegoro juga ada yang menetap di Pekalongan dan mengembangkan batik di daerah Buawaran, Pekajangan dan Wonopringgo.

Selain di daerah Jawa Tengah, batik juga berkembang di Jawa Barat. Hal ini terjadi karena masyarakat dari Jawa Tengah merantau ke kota seperti Ciamis dan Tasikmalaya. Daerah pembatikan di Tasikmalaya adalah Wurug, Sukapura, Mangunraja dan Manonjaya. Di daerah Cirebon batik mulai berkembang dari keraton dan mempunyai ciri khas tersendiri.

Bagaimana nih? Sudah bisa paham dengan sejarah berkembangnya Batik, hingga meluas ke Indonesia juga mancanegara? Lalu, setelah pembahasan tentang sejarah, sekarang kita simak dan baca yuk untuk pengenalan beberapa jenis Batik, silahkan~

Jenis - jenis Batik ~

Berdasarkan Cara Pembuatannya

1. Batik Tulis

Batik tulis adalah jenis batik yang dihasilkan melalui peleburan lilin malam pada kain dengan menggunakan alat yang bernama canting. 

Pada saat proses pembuatan batik, corong tersebut digoreskan pada kain untuk membentuk ragam hias batik pada permukaan kain. Setiap potongan gambar yang diulang pada lembar kain biasanya tidak akan pernah sama bentuk dan ukurannya. 

Gambar batik tulis dapat dilihat pada Eduardo sisi kain (tembus bolak-balik). Dasar kain memiliki warna lebih muda dibandingkan dengan warna goresan motif.

2. Batik Cap

Batik cap adalah batik yang dihasilkan dengan cara membasahi salah satu permukaan bagian cap dengan malam yang kemudian dicapkan pada kain.

Motif atau corak batik cap selalu ada pengulangan yang jelas sehingga bentuknya sama. Garis motif mempunyai ukuran yang lebih besar dari batik tulis. Motif hanya kuat di salah satu sisi kain. Dasar kain memiliki warna lebih tua dari dibandingkan motifnya. Proses pembuatan batik cap lebih cepat dibandingkan dengan proses pembuatan batik tulis.

3.Batik Printing (Cetakan)

Batik printing (cetakan) adalah tekstil atau kain yang dicetak bergambar/bermotif dengan warna menyerupai karya batik. Proses pembatan batik ini dilakukan dengan menggunakan mesin, sedangkan motif meniru motif batik yang sudah ada.

Alhamdulillah, dari informasi yang sudah saya paparkan di atas apakah menambahkan wawasan kalian tentang Batik?

Sebagai pecinta batik, tentu informasi diatas adalah hal dasar yang harus diketahui..  agar anda bisa tepat dalam memilih batik yang berkualitas

Atau masih belum puas dengan wawasan tentang batik diatas? 

Tidak perlu ribet, tidak perlu susah, tidak perlu merogoh kocek dalam-dalam

Sekarang, semua informasi itu bisa anda dapatkan secara gratiss!!!

Anda Akan mendapatkan informasi penting mengenai :

  1. Bagaimana cara membedakan batik yang berkualitas dan tidak ..?
  2. Apa saja faktor yang harus diperhatikan saat memilih batik ..?
  3. Bagaimana proses pembuatan batik yang benar ?
  4. Batik seperti apa yang harus kita miliki ?
  5. Bagaimana sejarah lengkap perkembangan batik ?
  6. Apa saja jenis-jenis batik Indonesia ?
  7. Siapa saja tokoh yang berpengaruh dalam penyebaran batik ?
  8. Bagaimana cara merawat batik yang baik dan benar agar awet ( tahan lama ) ?
  9. Bagaimana agar tidak tertipu saat membeli batik ?
Yang pasti, anda akan mendapatkan benefit tentang informasi batik secara spesifik dan detail

Jangan sampai terlewat!!! Karena informasi ini belum tentu bisa anda dapatkan kembali…

Segera Daftarkan Diri Anda Sebelum Kuota Habis ..!